aku menuliskan tentang lara. juga sesal. maukah kau dengar?
semasa SMA aku punya persahabatan yang ku kenang dengan getir hingga saat ini. tentang isu SARA yang jahat serta ketidakpekaan.
maukah kau mengerti?
tidak ada deskripsi yang mampu membuatnya terdeskripsikan. dia tampil sederhana dan ganjil. seperti lukisan realis dengan semua garis melenceng, tidak, tetap saja bukan abstrak.
dia adalah simbol korban yang digdaya. sial sejak lahir membuatnya berlaku kejam dan sinis. aku mencium aroma amarah dibalik kerah baju putihnya dan dendam dibalik sablonan kaus hitamnya. selain hitam dan putih, dia hanya mengenakan abu - abu.
aku benci setengah mati harus terlibat dengannya, juga merasa beruntung.
dia adalah buku yang akan kau ulangi membacanya biarpun sudah puluhan kali.
dia adalah manggis dengan kulit pahit dan keras tapi lembut di dalam. atau mungkin terbalik?
terbalik merupakan poinnya. jangan tertawa, aku sungguhan!
karenanya aku memanggil dia Babi..
babi hafal juice favoritku, jam tidurku, apa yang kusuka dan kubenci.
babi bangga sekali kalau menang. karenanya aku membiarkan dia menang.
babi satu - satunya teman disekolah yang tahu telephon rumahku.
babi mengajakku nonton tiap minggu.
babi membenciku, juga merindukanku, keduanya dia sembunyikan dalam satu waktu dibalik matanya yang sipit.
babi mengira aku menyayanginya, dia benar, tapi salah menerka.
babi membujukku berhenti menangis, juga membuatku menangis besoknya.
babi memperingatkan bobot tubuhku.
babi mengucapkan selamat ulangtahun paling awal saat aku berulang tahun.
babi pikir aku kesal bila dia mendekati perempuan lain, dia benar, tapi taukah apa yang membuatku kesal?
karena nantinya dia menyakiti dirinya dengan cara itu.
babi dan aku bertengkar juga baikan ditengah hujan.
aku benci babi karena melupakanku untuk game pokemon barunya.
aku benci babi yang over-reaktif buat hal kecil.
aku benci babi yang belakangan ga boleh keluar malam.
aku benci babi ada bersamaku saat aku merindukan gagas.
aku benci babi sok kuat.
aku benci babi yang akhirnya nyakitin diri sendiri.
aku benci babi. hanya itu
dan aku merindukannya sekarang.
hei, jangan sakitin diri sendiri!
Rabu, 21 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar