kota itu sudah tertinggal dbelakang.
Teman2, cinta, hari2 indah terkubur sepanjang margonda yg padat.
Menyesaki foodcourt2 di margo city, detos, cibubur junc. , botani square..
Tidk ada lagi kereta jabotabek nan kumuh.
Tidak juga hangout tiap hari seperti dulu..
Tahukah teman, kau kurindukan seperti aroma nasi uduk ujung jalan yg dlu kunikmati stiap pagi..
Taukah cinta, dlam kesenduan kau masih tetap cahaya..
Seluruhnya, seluruhnya..
Tutup cerita saat tidak lagi aku mengenakan rok abu2..
Dikota itu ada masa lalu..
Dikota ini penuh dengan hari baru..
Jumat, 30 April 2010
confession
Wkt ku pikir hdupku keras, ternyta kepalaku lah yg lbh keras..
Ktika ku kira pilihanku yg terbaik, sesungguhnya itulah yg Tuhan pilihkan dan aku tdk perlu besar kepala..
Hari lain saat aku mampu menggenggam dunia, aku bahkan blum mampu mengendalikan emosiku sendiri..
Bergelimang hari baru di kota ini membuatku mengerti ;
Kepalaku tdk perlu terlalu keras.
Mataku tdk bisa selalu memandang ke atas.
Dan harga diriku bukan digantungkan setara dgn bulan..
Aku baru saja belajar dari banyak sekali kelas kehidupan. Tenang sajalah, sayang. Besokpun adalah hari baru, bukan?
*being a good social worker..
As we wish
Ktika ku kira pilihanku yg terbaik, sesungguhnya itulah yg Tuhan pilihkan dan aku tdk perlu besar kepala..
Hari lain saat aku mampu menggenggam dunia, aku bahkan blum mampu mengendalikan emosiku sendiri..
Bergelimang hari baru di kota ini membuatku mengerti ;
Kepalaku tdk perlu terlalu keras.
Mataku tdk bisa selalu memandang ke atas.
Dan harga diriku bukan digantungkan setara dgn bulan..
Aku baru saja belajar dari banyak sekali kelas kehidupan. Tenang sajalah, sayang. Besokpun adalah hari baru, bukan?
*being a good social worker..
As we wish
tentang thia..
Hidup adalah kertas. Tempat ku tuliskan smw yg terlintas. Maka aku merepresentasikan diriku sdemikian rupa..
Di genggaman tanganku ada dunia. Ku putar2, permainkan seperti boneka.
Di bawah kakiku ada kuasa. Ku pijak dgn seksama. Sebab Tuhan itu ada.
Di atas kepalaku matahari berpijar gemilang. Sepelemparan tangan aku mampu menggapainya. Tapi tubuhku bisa terluka karena hanya malaikat yg terbuat dari cahaya.
Karenanya aku bersikap baik.
Bernafas adalah bagian paling sulit. Karena otot perut dan dadamu akan jemu bersinergi sepanjang waktu jika nafasmu sebatas mubazir yg menambah kuota 'sampah-anorganik-peracun-tanah..
Yg lainnya adalah mencintai. Bertahun2 nama itu terpatri, tdk habis dmakan waktu, cinta tetap abstrak buatku.
Tapi aku tau satu. Cinta adalah ketulusan. Hanya itu.
Sbab, ketika menatap hatinya, menukik lebih dalam dan menemukan bagian diriku yg entah mengapa bisa ada disitu, aku rela menukar dunia agar dia bahagia..
Jadi, meski matahari hidupku masih belum ku gapai, aku tau, namaku thia. Dan aku tdk akan menyerah!
Well, indah pada waktunya..
Di genggaman tanganku ada dunia. Ku putar2, permainkan seperti boneka.
Di bawah kakiku ada kuasa. Ku pijak dgn seksama. Sebab Tuhan itu ada.
Di atas kepalaku matahari berpijar gemilang. Sepelemparan tangan aku mampu menggapainya. Tapi tubuhku bisa terluka karena hanya malaikat yg terbuat dari cahaya.
Karenanya aku bersikap baik.
Bernafas adalah bagian paling sulit. Karena otot perut dan dadamu akan jemu bersinergi sepanjang waktu jika nafasmu sebatas mubazir yg menambah kuota 'sampah-anorganik-peracun-tanah..
Yg lainnya adalah mencintai. Bertahun2 nama itu terpatri, tdk habis dmakan waktu, cinta tetap abstrak buatku.
Tapi aku tau satu. Cinta adalah ketulusan. Hanya itu.
Sbab, ketika menatap hatinya, menukik lebih dalam dan menemukan bagian diriku yg entah mengapa bisa ada disitu, aku rela menukar dunia agar dia bahagia..
Jadi, meski matahari hidupku masih belum ku gapai, aku tau, namaku thia. Dan aku tdk akan menyerah!
Well, indah pada waktunya..
pasar
Banyak pasar identik dengan bau, sampah, juga becek.
Mereka mengenakan boots, sma sekali bukan buat bergaya.
Di pasar, mereka berteriak2 sekenanya dan berkata kasar. Ironisnya, ibuku betah sekali berlama2 disana ! Itulah mengapa aku jengkel sekali bila diajak berbelanja.
Tapi suatu hari, aku menemukan anomali dibalik keranjang jengkol busuk dan gunungan sampah yg meninggi tiap hari.
Tentang ibu2 yg bangun lbh awal dan pergi ke pasar, agar dengan uangnya yg terbatas keluarganya bisa makan makanan bergizi.
Tentang tengkulak tua renta mentriple jaket usangnya untuk melawan dingin dini hari demi anak istrinya.
Juga tentang pedagang2 berbicara kasar yg sungguh2 pandai mentertawakan nasib.
Di pasar, mereka menolak menyerah pd hidup.
Di pasar, cinta dan semangat hidup tumpah ruah. Menempel pd formula lumpur bau jengkol yg melekat di sepatu boots mereka.
Di pasar, para pejuang nasib bertarung, bergumul sampai tdk bs bergumul lg.
Maka perhatikanlah, nikmat Tuhan yg mana lagi yg kau dustakan?
Mereka mengenakan boots, sma sekali bukan buat bergaya.
Di pasar, mereka berteriak2 sekenanya dan berkata kasar. Ironisnya, ibuku betah sekali berlama2 disana ! Itulah mengapa aku jengkel sekali bila diajak berbelanja.
Tapi suatu hari, aku menemukan anomali dibalik keranjang jengkol busuk dan gunungan sampah yg meninggi tiap hari.
Tentang ibu2 yg bangun lbh awal dan pergi ke pasar, agar dengan uangnya yg terbatas keluarganya bisa makan makanan bergizi.
Tentang tengkulak tua renta mentriple jaket usangnya untuk melawan dingin dini hari demi anak istrinya.
Juga tentang pedagang2 berbicara kasar yg sungguh2 pandai mentertawakan nasib.
Di pasar, mereka menolak menyerah pd hidup.
Di pasar, cinta dan semangat hidup tumpah ruah. Menempel pd formula lumpur bau jengkol yg melekat di sepatu boots mereka.
Di pasar, para pejuang nasib bertarung, bergumul sampai tdk bs bergumul lg.
Maka perhatikanlah, nikmat Tuhan yg mana lagi yg kau dustakan?
Rabu, 21 April 2010
babi
aku menuliskan tentang lara. juga sesal. maukah kau dengar?
semasa SMA aku punya persahabatan yang ku kenang dengan getir hingga saat ini. tentang isu SARA yang jahat serta ketidakpekaan.
maukah kau mengerti?
tidak ada deskripsi yang mampu membuatnya terdeskripsikan. dia tampil sederhana dan ganjil. seperti lukisan realis dengan semua garis melenceng, tidak, tetap saja bukan abstrak.
dia adalah simbol korban yang digdaya. sial sejak lahir membuatnya berlaku kejam dan sinis. aku mencium aroma amarah dibalik kerah baju putihnya dan dendam dibalik sablonan kaus hitamnya. selain hitam dan putih, dia hanya mengenakan abu - abu.
aku benci setengah mati harus terlibat dengannya, juga merasa beruntung.
dia adalah buku yang akan kau ulangi membacanya biarpun sudah puluhan kali.
dia adalah manggis dengan kulit pahit dan keras tapi lembut di dalam. atau mungkin terbalik?
terbalik merupakan poinnya. jangan tertawa, aku sungguhan!
karenanya aku memanggil dia Babi..
babi hafal juice favoritku, jam tidurku, apa yang kusuka dan kubenci.
babi bangga sekali kalau menang. karenanya aku membiarkan dia menang.
babi satu - satunya teman disekolah yang tahu telephon rumahku.
babi mengajakku nonton tiap minggu.
babi membenciku, juga merindukanku, keduanya dia sembunyikan dalam satu waktu dibalik matanya yang sipit.
babi mengira aku menyayanginya, dia benar, tapi salah menerka.
babi membujukku berhenti menangis, juga membuatku menangis besoknya.
babi memperingatkan bobot tubuhku.
babi mengucapkan selamat ulangtahun paling awal saat aku berulang tahun.
babi pikir aku kesal bila dia mendekati perempuan lain, dia benar, tapi taukah apa yang membuatku kesal?
karena nantinya dia menyakiti dirinya dengan cara itu.
babi dan aku bertengkar juga baikan ditengah hujan.
aku benci babi karena melupakanku untuk game pokemon barunya.
aku benci babi yang over-reaktif buat hal kecil.
aku benci babi yang belakangan ga boleh keluar malam.
aku benci babi ada bersamaku saat aku merindukan gagas.
aku benci babi sok kuat.
aku benci babi yang akhirnya nyakitin diri sendiri.
aku benci babi. hanya itu
dan aku merindukannya sekarang.
hei, jangan sakitin diri sendiri!
semasa SMA aku punya persahabatan yang ku kenang dengan getir hingga saat ini. tentang isu SARA yang jahat serta ketidakpekaan.
maukah kau mengerti?
tidak ada deskripsi yang mampu membuatnya terdeskripsikan. dia tampil sederhana dan ganjil. seperti lukisan realis dengan semua garis melenceng, tidak, tetap saja bukan abstrak.
dia adalah simbol korban yang digdaya. sial sejak lahir membuatnya berlaku kejam dan sinis. aku mencium aroma amarah dibalik kerah baju putihnya dan dendam dibalik sablonan kaus hitamnya. selain hitam dan putih, dia hanya mengenakan abu - abu.
aku benci setengah mati harus terlibat dengannya, juga merasa beruntung.
dia adalah buku yang akan kau ulangi membacanya biarpun sudah puluhan kali.
dia adalah manggis dengan kulit pahit dan keras tapi lembut di dalam. atau mungkin terbalik?
terbalik merupakan poinnya. jangan tertawa, aku sungguhan!
karenanya aku memanggil dia Babi..
babi hafal juice favoritku, jam tidurku, apa yang kusuka dan kubenci.
babi bangga sekali kalau menang. karenanya aku membiarkan dia menang.
babi satu - satunya teman disekolah yang tahu telephon rumahku.
babi mengajakku nonton tiap minggu.
babi membenciku, juga merindukanku, keduanya dia sembunyikan dalam satu waktu dibalik matanya yang sipit.
babi mengira aku menyayanginya, dia benar, tapi salah menerka.
babi membujukku berhenti menangis, juga membuatku menangis besoknya.
babi memperingatkan bobot tubuhku.
babi mengucapkan selamat ulangtahun paling awal saat aku berulang tahun.
babi pikir aku kesal bila dia mendekati perempuan lain, dia benar, tapi taukah apa yang membuatku kesal?
karena nantinya dia menyakiti dirinya dengan cara itu.
babi dan aku bertengkar juga baikan ditengah hujan.
aku benci babi karena melupakanku untuk game pokemon barunya.
aku benci babi yang over-reaktif buat hal kecil.
aku benci babi yang belakangan ga boleh keluar malam.
aku benci babi ada bersamaku saat aku merindukan gagas.
aku benci babi sok kuat.
aku benci babi yang akhirnya nyakitin diri sendiri.
aku benci babi. hanya itu
dan aku merindukannya sekarang.
hei, jangan sakitin diri sendiri!
Senin, 19 April 2010
tulus?
hey, aku kan cewek kebanyakan yang dibasarkan oleh bombardir informasi dan tekanan globalisasi. maaf aja ya kalo tiba - tiba aku mempertanyakan ini: TULUS!
waktu itu, sahabatku berantem sama pacarnya. sedih deh denger tuntutan pacarnya. sahabatku diminta serahin virginitasnya atas nama ketulusan. as we believe as metropolitan teenagers, sebenernya being virgin mungkin gag sesakral yang dilakukan sama remaja - remaja lain yang lebih kecil intensitas interaksi sama globalisasinya. tapi tetep aja, malesin banget kan kalo hal itu harus dilakukan atas paksaan?! apalagi alasannya klise banget!!
sahabatku nolak. tapi bukan itu poinnya.
waktu pertama kali aku jatuh cinta sama pacarku, umurku10 tahun. dan aku nyalahin keadaan atas tidurku yang ga nyenyak dan hari - hariku yang terbatasi gara - gara perasaanku kelu.
terus seorang teman lama yang kasihan sama aku jauh- jauh dateng dari jawa - timur sana buat ngasih tau aku rulesnya:
iya juga sih. kalopun dia ga bales mencintai aku, toh aku tetep mencintai dia. dan kalopun aku memaksa dia mencintai aku, tapi dia ga bahagia, aku yakin aku juga ga akan bahagia.
tapi, Um selalu tutup mata buat hal - hal tentang diriku yang diluar harapannya. Fathia Nurul Haq baginya adalah gadis pintar, aktif dan berjilbab. Um ga peduli bahwa aku amat ga nyaman memakai jilbab atau melakukan berbagai hal yang dimasukkan pada pemahamanku dengan doktrinasi. sehingga sampai sekarang, aku belum bisa menerima.
Um selalu nangis sampai mengidap banyak penyakit gara - gara ulahku. hal itu bikin aku bingung tentang konsep ketulusan.
bukankah setiap anak adalah anak zamannya?
apapun itu, dalam beberapa hal, seperti juga kebanyakan ibu lain, Um wanita yang ketulusan cintanya garda depan deh..
yah, kita semua sedang belajar,
belajar untuk berkontribusi dengan tulus dan sepenuh hati..
waktu itu, sahabatku berantem sama pacarnya. sedih deh denger tuntutan pacarnya. sahabatku diminta serahin virginitasnya atas nama ketulusan. as we believe as metropolitan teenagers, sebenernya being virgin mungkin gag sesakral yang dilakukan sama remaja - remaja lain yang lebih kecil intensitas interaksi sama globalisasinya. tapi tetep aja, malesin banget kan kalo hal itu harus dilakukan atas paksaan?! apalagi alasannya klise banget!!
sahabatku nolak. tapi bukan itu poinnya.
the point is how could the sincerity connected to something awfull like that?
waktu pertama kali aku jatuh cinta sama pacarku, umurku10 tahun. dan aku nyalahin keadaan atas tidurku yang ga nyenyak dan hari - hariku yang terbatasi gara - gara perasaanku kelu.
terus seorang teman lama yang kasihan sama aku jauh- jauh dateng dari jawa - timur sana buat ngasih tau aku rulesnya:
love is sincerity.
kalo kamu ga tulus, kamu bakalan kalah. gitu katanya.
iya juga sih. kalopun dia ga bales mencintai aku, toh aku tetep mencintai dia. dan kalopun aku memaksa dia mencintai aku, tapi dia ga bahagia, aku yakin aku juga ga akan bahagia.
sejak itu, aku belajar mencintai dengan tulus.
cerita lain tentang ketulusan dateng dari ibuku, Um.
Um jago naik mobil pertamanya gara - gara aku mesti masuk rumah sakit segera buat operasi usus buntu. kata Um, dia sampe nabrak trotoar segala. aku sih ga inget, soalnya aku juga setengah sadar.
Um telephon aku buat memastikan aku enjoy the study tour
Um nyetok makanan siap goreng kalo mau ke luar kota
Um beliin aku payung tiap awal musim hujan.
bahkan, kalo aku pura - pura tidur jam 11an, um pasti lagi ciumin aku sambil benerin letak tidurku.
tapi, Um selalu tutup mata buat hal - hal tentang diriku yang diluar harapannya. Fathia Nurul Haq baginya adalah gadis pintar, aktif dan berjilbab. Um ga peduli bahwa aku amat ga nyaman memakai jilbab atau melakukan berbagai hal yang dimasukkan pada pemahamanku dengan doktrinasi. sehingga sampai sekarang, aku belum bisa menerima.
Um selalu nangis sampai mengidap banyak penyakit gara - gara ulahku. hal itu bikin aku bingung tentang konsep ketulusan.
bukankah setiap anak adalah anak zamannya?
apapun itu, dalam beberapa hal, seperti juga kebanyakan ibu lain, Um wanita yang ketulusan cintanya garda depan deh..
diluar keterbatasan tiap orang untuk tulus, atau ikhlas, apapun lah yang sebenernya memudahkan kita untuk melangkah, ada baiknya kan kita mulai menilik kembali makna tulus itu sendiri.
bukan sekedar pengertian sekenanya yang dengan gampang bisa kita temuin di KUBIatau teks book PPKN anak SD.
yah, kita semua sedang belajar,
belajar untuk berkontribusi dengan tulus dan sepenuh hati..
Minggu, 04 April 2010
besok gw balik ke bandung. ke dunia yang harus gw hadapi sendiri, bagaimanapun itu.
awalnya, gw pikir hidup sendiri sesederhana tinggal di rumah yang ga ada um sama ayahnya. tapi gw salah. hidup sendiri adalah tentang responsibility dan manajemen hari. karena gw bakal ga nafsu makan seharian kalo bangun tidur kamar gw berantakan. atau uring - uringan sepanjang sisa hari kalo sehabis kuliah 3 SKS kamar gw tsunami.
hidup sendiri di bandung membuat gw belajar mandi pake sabun batangan. belajar makan nasi yang kurang lembek atau kelembekan. belajar nyuci sambil nangis - nangis karena tangan lecet. belajar ke kampus pke baju yang pernah gw pake karena impossible bgd belanja akhir bulan.
yang paling berharga adalah, gw belajar share ke temen - temen. belajar percaya bahwa temen gw bener - bener baik. hehe. ngga ko, temen - temen gw di sini juga baik. tapi dulu - dulu gw ngeri banget sama yang namanya privasi. udah kaya phobia kalo ada yang berani - beraninya ngelanggar privasi gw. tapi di bandung, temen - temen gw memperlakukan privasi gw dengan layak. yah, gw baru tau ada juga treatment semacam itu..
banyaklah yang gw akhirnya mengerti dengan susah payah tentang hidup selama di bandung.
tapi tetep si, uring - uringan deh mau balik besok..
awalnya, gw pikir hidup sendiri sesederhana tinggal di rumah yang ga ada um sama ayahnya. tapi gw salah. hidup sendiri adalah tentang responsibility dan manajemen hari. karena gw bakal ga nafsu makan seharian kalo bangun tidur kamar gw berantakan. atau uring - uringan sepanjang sisa hari kalo sehabis kuliah 3 SKS kamar gw tsunami.
hidup sendiri di bandung membuat gw belajar mandi pake sabun batangan. belajar makan nasi yang kurang lembek atau kelembekan. belajar nyuci sambil nangis - nangis karena tangan lecet. belajar ke kampus pke baju yang pernah gw pake karena impossible bgd belanja akhir bulan.
yang paling berharga adalah, gw belajar share ke temen - temen. belajar percaya bahwa temen gw bener - bener baik. hehe. ngga ko, temen - temen gw di sini juga baik. tapi dulu - dulu gw ngeri banget sama yang namanya privasi. udah kaya phobia kalo ada yang berani - beraninya ngelanggar privasi gw. tapi di bandung, temen - temen gw memperlakukan privasi gw dengan layak. yah, gw baru tau ada juga treatment semacam itu..
banyaklah yang gw akhirnya mengerti dengan susah payah tentang hidup selama di bandung.
tapi tetep si, uring - uringan deh mau balik besok..
Langganan:
Postingan (Atom)

