aku sempat putus sama pacarku hariini. masalahnya sepele, tapi sulit dicerna.
di hari aku lulus sekolah, pacarku berhalangan hadir, bahkan sedikit banyak dia tampak tidak acuh. karena aku telah terbiasa, maka aku biasa saja.
aku berpose dengan semua orang yang ku anggap penting hari itu untuk menutupi harapan kosongku bahwa diapun akan muncul.
hari ini, pacarku lulus. aku memang tidak hadir, aku bangun siang dan tidak bergairah karena aku berharap untuk hadir. tapi gerak - geriknya seperti memperingatkanku bahwa ia ingin aku tidak hadir.
aku memintanya untuk tidak berfoto dengan teman perempuannya karena aku iri.
aku mengenang perasaanku dihari kelulusanku.
perasaan yang sama ketika aku pertama kali mengenakan rok abu - abu dan memberitahu semua orang rasanya.
tapi menurutnya, teman perempuannya memaksa.
aku kecewa sangat dalam. jadi dengan gegabah aku memutuskan relationship kami.
dan disini semua dimulai.
kepalaku terasa pekat, aku bahkan tidak menangis.
aku seperti hilang, seperti terhisap di dasar nestapa kelabu yang tidak putus.
sepertinya mudah saja menghujam pisau di ulu hatiku bila aku tidak ingat Tuhan.
aku ketakutan.
kenapa ada substansi lain yang mampu menggenggamku sedemikian rupa?
aku memohon untuk kembali.
untuk saja dia memberi kesempatan.
entah apa yang akan terjadi bila akhirnya seperti itu. tapi, toh hidup harus dihargai..
Minggu, 09 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


masa' sich/...
BalasHapusiya deh..
BalasHapus